Jumat, 01 Februari 2013
2013. Pelajaran Terus Lupa
2013. Awal bah terbuka.
Belum lama gegap-gempita tahun baru 2013, "Jakarta Car Free Nite", kembang api, senyum harapan membahana. Eeee, semua berubah pilu ketika hujan berhari-hari mengguyur Jakarta. Hmmmm, Ibu negeri terus diberi air bah membabi-buta sampai istana. Tiada kata rumah kaum pejabat atau kaum bawah jembatan, banjir bertamu ke semua kalangan. Bapak negeri yang barupun geleng kepala, mengelus dada berusaha mengayomi warga ibukota. Korban harta & nyawa jangan dilupa sebagai kata BIASA.
2013. Awal aib terbuka.
Silakan beropini apapun tentang artis indonesia, yang pasti mereka adalah tanpa sadar mereka adalah panutan. Mereka adalah imam dalam tanda petik. Mereka selayaknya menjaga aurat tindakannya. Mereka punya beban dunia akherat. Tapi sebaiknya masyarakat harus lebih cerdas apabila memilihan panutan mereka*(*artis) adalah panutan yang abu-abu, semu, jangan terus mau dibelenggu. Aku hanya miris ketika melihat para muda-mudi meneriakkan nama sang idola sampai mengiris teliga. Tapi Aku yakin ketika euphiora berita berlalu kita akan LUPA.
2013. Awal kenaifan terbuka.
Mohon maaf dengan segenap hormat untuk Aku berpendapat. Saya berkeyakinan bahwa agama adalah simbol kesucian. Simbol kejujuran. Jangan baurkan dengan urusan keduniawian yang penuh kemunafikan. Jangan dicampurkan dengan urusan politik. Mohon maaf juga kalau ada yang berpendapat dijaman Rosulullah agama juga sebagai dasar untuk negara bahkan dasa
r untuk berpolitik. Hmmm...Mohon maaf dengan segala hormat Aku berpendapat. Itu jaman "Rosulullah" jangan samakan dengan jaman sekarang. Aku papa akan agama tapi bisa merasakan kenaifan akan agama digunakan. Nah, giliran semua telah terbuka semua mengeluarkan alibi sebagai orang suci. Tapi saya yakin pelajaran ini akan segera lupa. Kasihan "kita" semua, Siapa "Kita"? INDONESIA.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar