diam bersuara
Jumat, 01 Februari 2013
Efek DOMINO (do-me-now) Kebaikkan.
02/02/13 11.42 WIB. "Sudahlah kita berusaha berbuat baik kepada semua orang, tanpa ada mikir kebaikkan itu balik ke kita atau engga itu urusan yang di Atas." Kata-kata itu yang berusaha Aku dzikirkan setiap saat. Memang gampang dibicarakan tapi susah diemplematasikan. Ya, apapun itu mau gak mau sudah menjadi bagian darahku, walaupun kadang ada sedikit pertanyaan untuk itu. "Apa kebaikkan itu balik kepada kita?" itu wajar karena kita bukan manusia sempurna pasti adalah rasa "mempertanyakan" ketika akan membantu orang. Ini contoh aku benar-benar terjadi padaku. Tujuh tahun lalu Aku menerima seorang teman yang baru lulus & mencari kerja di Jakarta. Untuk diketahui juga aku sudah bekerja duluan cukup lama di Jakarta. Aku terima temanku dengan ikhlas di kost-kostan yang sangat-sangat sederhana sekali. Seiring berjalannya waktu temanku secara ekonomi & kesejahteraan keluarga melesat lebih baik dari Aku. Pada intinya malah Aku sekarang yang numpang dirumah beliau. Tapi setelah direnungkan lebih dalam apakah ini efek domino akan kebaikkan yang kita lakukan dengan ikhlas?, jawabannya "Ya!". Bumi berputar seiring arah waktu, sirkulasi hidupun terus berjalan. Kadang hidup dibawah, kadang hidup diatas. Tetapi kebaikkan terus kita lafatkan tanpa adanya tendensi apapun Insyaallah kapan, dimana kebaikkan yang pernah kita lakukan itu akan balik menolong kita ketika kita membutuhkan. Aku terus berprinsip "Orang baik akan ketemu dengan orang baik." Dan lebih baik lagi kalau tangan kita terus diatas. Jangan khawatir orang yang memanfaatkan kebaikkan kita, biarkan saja. Maka tempatkan kebaikkan kita ditempat orang yang baik juga, orang yang mau berusaha, tidak untuk orang yang suka berleha-leha dan bisanya cuma meminta. Mohon maaf sifat itu yang betul-betul Aku "benci". Sebisa mungkin kita membantu orang yang nantinya dia akan "membantu" yang lain juga. Ini yang disebut asas manfaat dari kebaikkan yang ujungnya kebahagiaan untuk sesama. PERCAYALAH dan Akupun akan terus berusaha PERCAYA.
Temanku bernama TUHAN
02/02/13-9.05
Mungkin title yang Aku tulis sangat kontroversi buat kalian. Tapi buat Aku itulah suaraku, pendapatku yang lahir dari dalamnya relung jiwa. Aku bukan orang yang suci, aku juga bukan sok suci tapi Aku tahu rambu-rambu agama yang terbentuk dari keluarga sejak aku bayi. Aku muslim, yes! karena aku terlahir sudah dengan akte kelahiran dengan agama islam. Dan pastinya Tuhanku bernama Allah SWT. Sejak kecil aku melihat ibuku selalu bersembahyang 5 waktu, ya Aku mengikuti. Sejak SD kelas 5 Aku sudah sembahyang 5 waktu. Alhamdulillah. Jujur aku bukan penghapal yang baik, baik untuk ngaji atau sekolah Arab Akupun susah untuk membaca Alquran. Intinya Aku punya ilmu agama yang masih sangat terbatas. Yang pasti Aku punya "RASA" bahwa Tuhan itu ada. Semakin dewasa semakin Aku mengerti, semakin merasa. Bahwa Tuhan adalah TEMAN. Disetiap dikesedihan yang dalam hanya satu teman yang selalu memelukku dengan kehangatan yaitu TUHAN, Di kesenangan yang menyala-menyala TUHAN selalu mengingatkan. Terkadang Akupun protes kepada TUHAN dan habis itu minta maaf. TUHAN tidak perlu ditakuti, TUHAN perlu dicintai. Semakin dekat Tuhan akan memberi. Hanya tidak tahu kapan dia memberi hanya hak preogatif TUHAN. Ok, Aku seorang muslim yang harus melakukan tata cara untuk berhubungan dengan TUHAN dengan adab Islam. Tapi menurutku semua itu hanya alat untuk berhubungan dengan TUHAN. Paling sederhana agama Aku logikakan sebagai "handphone", apa gadget kita?, kapan kita berhubungan biar sinyalnya bagus?, bagaimana kita berbicara?. Hmmm, TUHAN menurutku tidak peduli gadget-nya mahal atau murah yang penting adalah kita bisa berbicara dengan lancar. TUHAN yang menciptakan seluruh alam ini, absolutely yes! tak terbantahkan. Tapi TUHAN tidak akan murka kalau kita menjaga ciptaan-NYA d
engan baik. TUHAN Maha MENGERTI, kalau kita juga MENGERTI. TUHAN ada di HATI KITA & KITA juga ada di HATI TUHAN.
Matematika hidup kita.
20.24
Waktu terus bertambah. Ada dan tiada sudah aku alami. Ada banyak peristiwa penambahan, pengurangan kadang pembagian yang hadir di sekitar kita. Aku kasih contoh umur tentunya selalu akan bertambah secara angka akan tetapi secara hidup kita berkurang. Kemudian harta atau tabungan kita bisa saja bertambah, berkurang bahkan bisa terbagi tergantung bagaimana melihat sudut pandangnya. Kedewasaan kita bisa bertambah tetapi akhirnya bisa berkurang. Coba kita telaah rata-rata ketika umur 35 kita udah mulai pelupa, semakin berumur 70-an, 80-an kita makin uzur, kedewasaan kita berkurang bahkan bisa menjadi anak kecil kembali. Ok, untuk keluarga berkurang tapi bertambah. Jadi, matematika hidup kita adalah matematika acak. Matematika yang tidak terduga. Tidak bisa hidup kita 1=1 = 2, kadang bisa 4, 5 6, 7 dst... atau bisa berkurang. Tuhan menciptakan segalanya unpredictable. Tuhan adalah sutradara terbaik. Tidak akan pernah ketebak jalan cerita kita.
2013. Pelajaran Terus Lupa
2013. Awal bah terbuka.
Belum lama gegap-gempita tahun baru 2013, "Jakarta Car Free Nite", kembang api, senyum harapan membahana. Eeee, semua berubah pilu ketika hujan berhari-hari mengguyur Jakarta. Hmmmm, Ibu negeri terus diberi air bah membabi-buta sampai istana. Tiada kata rumah kaum pejabat atau kaum bawah jembatan, banjir bertamu ke semua kalangan. Bapak negeri yang barupun geleng kepala, mengelus dada berusaha mengayomi warga ibukota. Korban harta & nyawa jangan dilupa sebagai kata BIASA.
2013. Awal aib terbuka.
Silakan beropini apapun tentang artis indonesia, yang pasti mereka adalah tanpa sadar mereka adalah panutan. Mereka adalah imam dalam tanda petik. Mereka selayaknya menjaga aurat tindakannya. Mereka punya beban dunia akherat. Tapi sebaiknya masyarakat harus lebih cerdas apabila memilihan panutan mereka*(*artis) adalah panutan yang abu-abu, semu, jangan terus mau dibelenggu. Aku hanya miris ketika melihat para muda-mudi meneriakkan nama sang idola sampai mengiris teliga. Tapi Aku yakin ketika euphiora berita berlalu kita akan LUPA.
2013. Awal kenaifan terbuka.
Mohon maaf dengan segenap hormat untuk Aku berpendapat. Saya berkeyakinan bahwa agama adalah simbol kesucian. Simbol kejujuran. Jangan baurkan dengan urusan keduniawian yang penuh kemunafikan. Jangan dicampurkan dengan urusan politik. Mohon maaf juga kalau ada yang berpendapat dijaman Rosulullah agama juga sebagai dasar untuk negara bahkan dasa
r untuk berpolitik. Hmmm...Mohon maaf dengan segala hormat Aku berpendapat. Itu jaman "Rosulullah" jangan samakan dengan jaman sekarang. Aku papa akan agama tapi bisa merasakan kenaifan akan agama digunakan. Nah, giliran semua telah terbuka semua mengeluarkan alibi sebagai orang suci. Tapi saya yakin pelajaran ini akan segera lupa. Kasihan "kita" semua, Siapa "Kita"? INDONESIA.
UNWRITTEN.
ZZZZZZZZZZ. Tidur yang panjaaaaaang. Maaf sodara-sodaraku (walo disini ga punya teman) gw memang bukan penulis, gw bukan pencerita yang blak-blakan bersuara. Gw visualizer. titik. Itulah sebabnya gw hanya punya satu tulisan. 2009-2013 ampat taon brother! sampe-sampe lupa password gue apaan. Ya sutralah, kalo baca dari tuntunan untuk menulis dari pakar-pakar penulis, "lo nulis apa aja sesuai kata hati lo, lo musti jadi diri sendiri". Preet! tetap SUSYIII (Susssaaahnya minta ambrol). Ok, gak usah nyalahin siapa-siapa. Kali ini gw coba nulis apa aja. Tapi jangan salahin gw ya kalo salah
. Hiks.
Menguap pusing mau nulis apah,
Wawan_kamikaze.
Langganan:
Postingan (Atom)




